Berdoa untuk Keselamatan Pegunungan Kendeng, FNKSDA Gelar Istighosah Akbar Jumat Ini

Poster Istighosah Akbar untuk Keselamatan Pegunungan Kendeng dan Sumberdaya Alam Indonesia. (Foto: FNKSDA)
Poster Istighosah Akbar untuk Keselamatan Pegunungan Kendeng dan Sumberdaya Alam Indonesia. (Foto: FNKSDA)

Rembang, REMBANG DAILY ** Jumat (27/3/2015), mulai pukul 13.00, Front Nahdiyyin untuk Kedaulatan Sumberdaya Alam (FNKSDA), akan menggelar ‘Istighosah Akbar untuk Keselamatan Pegunungan Kendeng dan Sumberdaya Alam Indonesia’.

“Acara digelar di Pondok Pesantren Roudlotul Tholibin Leteh Rembang, dengan turut mengundang Rais Aam PBNU dan pengasuh Ponpes Roudlotul Tholibin KH. Musthofa Bisri, serta Gus Yahya C. Staquf,” ujar Koordinator FNKSDA A. Syatori, dalam undangan yang disebar luas.

Hingga kini, penolakan tambang semen di pegunungan karst Kendeng di Rembang memang terus berlanjut. Pada Kamis (19/3/2015), sidang lanjutan gugatan izin tambang semen Rembang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sampai pada tahap kesaksian ahli.

PT Semen Indonesia mengajukan dua dosen UGM sebagai saksi ahli, yakni dosen Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM, Heru Hendrayana, dan Ketua Program Studi Geografi dan Ilmu Lingkungan Fakultas Geografi UGM, Eko Haryono.

Gus Mus: Melawan dengan Kesederhanaan

Dalam video YouTube bertajuk ‘Dr. KH. A Musthofa bisri (Gus Mus) Bicara Pabrik Semen’, KH. A. Musthofa Bisri atau biasa disapa Gus Mus, menilai, penyelesaian persoalan lingkungan harus menyeluruh.

“Ini persoalan lingkungan itu mestinya harus menyeluruh. Menyeluruh. Jangan di Pati selesai, pindah Rembang. Rembang Selesai pindah Purwodadi. Terus pindah, begitu terus. Pokoknya, kalau merusak lingkungan ndak boleh,” tutur Gus Mus dalam video berdurasi 4.01 menit yang diunggah 3 Maret 2015 oleh akun ‘Anak Kendeng’.

Ketika hadirin ada yang bertanya tentang cara perlawanan, Gus Mus menjawab, perlawanan dengan kesederhanaan.

“Harus kita lawan dengan gaya hidup sederhana. Gaya hidup menyenangi materi berlebih-lebihan, akibatnya merusak,” ucap Gus Mus.

Ia berpesan kepada para ibu Rembang yang masih bertahan di tenda, agar berdoa selain berjuang.

“Ya mudah-mudahan niatnya yang baik. Mendapat balasan dari Tuhan. Diberi kekuatan lahir batin. Sambil berjuang secara lahiriah, juga berdoa secara batiniah. Dua-duanya dikerjakan. Jangan ikhtiar lahir saja, tapi ikhtiar batin juga. Dua-duanya,” katanya.