2015, Pemkab Rembang Berencana Bangun TPI Pandangan

SWADAYA - Pada 2015, Pemkab Rembang berencana membangun TPI Pandangan. Sebelumnya, nelayan membangun TPI tersebut dengan cara swadaya. (Foto: PIPP DJPT KKP)
SWADAYA – Pada 2015, Pemkab Rembang berencana membangun TPI Pandangan. Sebelumnya, nelayan membangun TPI tersebut dengan cara swadaya. (Foto: PIPP DJPT KKP)

Kragan, REMBANG DAILY ** Pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Rembang berencana akan membangun Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pandangan Kecamatan Kragan. Seperti diketahui, TPI menjadi sarana penting untuk melakukan transaksi hasil laut, terutama perikanan tangkap.

“Pemkab juga telah menganggarkan pembangunan jetty di TPI Karanganyar Kragan,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang, Suparman, dalam Rapat Anggota Tahunan ke-37 KUD Mina Rahayu Kragan di Gedung serba guna KUD Mina Rahayu Kragan, Rabu (18/3/2015).

Jetty adalah bangunan tegak lurus pantai yang diletakkan di kedua sisi muara sungai yang berfungsi mengurangi pendangkalan alur oleh sedimen pantai.

Dirilis Pemkab Rembang, Suparman mengatakan, terkait kartu nelayan, tahun ini Pemkab Rembang memperoleh empat ribu kartu nelayan. Nelayan yang belum memiliki kartu nelayan ia minta untuk segera mengurus pembuatan kartu nelayan.

“Kartu nelayan sangat berguna untuk nelayan, terutama nelayan miskin guna pembelian BBM bersubsidi, listrik murah, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Ia mempersilakan swasta untuk menanamkan investasi di bidang penyedian bahan bakar untuk nelayan seperti SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) atau Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN).

“Saat ini, di karanganyar baru (ada) satu SPBN. Saya rasa, tambah dua lagi pasti habis,” ucap Suparman.

Menyoal peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, tentang pelarangan alat tangkap, Suparman meminta nelayan untuk tetap menjaga kekompakan.

Swadaya

Sementara itu, Ketua KUD Mina Rahayu Kragan, Muslim, mengatakan, saat ini pembangunan TPI Pandangan dilakukan oleh nelayan dengan cara swadaya. Dana yang terkumpul sebesar Rp300 juta hasil patungan nelayan untuk reklamasi dan pembangunan border.

“Jumlah nelayan yang sudah dilayani oleh KUD Mina Rahayu mencapai 7.700 lebih, terdiri dari anggota 2500 lebih dan cadangan 5000 lebih anggota,” tutur Muslim.

Menurut Muslim, jumlah total kapal yang dimiliki anggota KUD Mina rahayu mencapai 1881 unit, terdiri dari 451 mini pursen dan 1430 kapal kecil atau kurang dari 10 GT.