Optimalkan Potensi Perikanan Laut Rembang, Dibutuhkan Perencanaan Khusus

POTENSIAL - Perahu nelayan Tanjungsari Rembang. Sektor perikanan laut waktunya dioptimalkan, dengan perencanaan memadai. (Foto: Panoramio/Nanang Pudjo Bintoro)
POTENSIAL – Perahu nelayan Tanjungsari Rembang. Sektor perikanan laut waktunya dioptimalkan, dengan perencanaan memadai. (Foto: Panoramio/Nanang Pudjo Bintoro)

Rembang, REMBANG DAILY ** Perikanan laut Kabupaten Rembang yang belum dikelola optimal menarik perhatian Putri Ameriyani, mahasiswi Fakultas Ekonomi Unnes Semarang. Menurut Putri, menilik tingkat kemiskinan yang tinggi di Kabupaten Rembang, diperlukan perencanaan khusus seputar pengembangan perikanan laut.

“Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui komoditas yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif, untuk mengetahui komoditas potensial yang akan dikembangkan, untuk mengetahui daerah-daerah yang memiliki infrastruktur yang lengkap yang akan direkomendasikan sebagai pusat manufaktur, untuk mengetahui perencanaan dan pengembangan perikanan laut subsektor Kabupaten Rembang,” rilis Jurnal Unnes Semarang, Economics Development Analysis.

Data yang digunakan dalam studi berjudul ‘Perencanaan Pengembangan Sub-Sektor Perikanan Laut di Lima Kecamatan di Kabupaten Rembang’ adalah data sekunder. Studi ini merupakan kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif.

Metode analisis data menggunakan Location Quotient, Shift Share, Tipologi Klassen, Schallogram, serta analisis Overlay.

Putri menulis, komoditas perikanan laut Rembang yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif adalah layang-layang ikan di Sarang, Kragan, dan Kecamatan Rembang; komoditas ikan bawal hitam di Sarang, Kragan, dan Kecamatan Sluke; ikan kembung komoditas di Kecamatan Sarang dan Kragan.

Selain itu, komoditas ikan selar di Kecamatan Sarang dan Kragan; komoditas tembang ikan di Kecamatan Sarang dan Kragan; komoditas tuna di Kecamatan Sarang dan Kragan; komoditas cumi-cumi di Kecamatan Sarang dan Kragan; komoditas ikan teri di Kaliori, Rembang, dan kecamatan Sluke; komoditas ikan lainnya di Rembang, Kragan, dan Kecamatan Sarang.

Kabupaten Rembang memiliki komoditas potensial ikan petek dan ikan pari. Kecamatan Sarang memiliki komoditas potensial ikan terbang, disusul Kecamatan Kragan memiliki komoditas potensial ikan bawal hitam, ikan tengiri, dan cumi-cumi. Sementara Kecamatan Kaliori memiliki komoditas potensial ikan teri dan Kecamatan Sluke memiliki komoditas potensial ikan bawal hitam dan ikan teri.

“Kecamatan yang merekomendasikan diri untuk menjadi pusat manufaktur adalah Kecamatan Rembang dan Kaliori. Komoditas perikanan laut yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif di setiap kecamatan dapat digunakan sebagai acuan bagi pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan pembangunan ekonomi,” tulis Putri.

Ia menambahkan, dengan perencanaan pengembangan subsektor perikanan laut, diharapkan dapat membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Rembang dalam mengoptimalkan perikanan laut berdasarkan potensi masing-masing kecamatan.

Poros Maritim Dunia

Indonesia Poros Maritim Dunia belakangan digaungkan Presiden Joko Widodo. Pemerintah merencanakan proyek Tol Laut sebagai kelanjutan Pendulum Nusantara yang diproyeksikan menjadi solusi logistik terintegrasi untuk mengikis disparitas Indonesia Barat dan Timur, serta The World Class Navy untuk menaikkan reputasi geopolitik di kawasan.

Untuk itu, dalam terma ekonomi maritim, kini saatnya mementingkan laut, perdagangan antar-pulau, kegiatan di pelabuhan, industri galangan kapal, penangkapan ikan, wisata bahari, dan lainnya.

Dampak positifnya pun sangat luas, yaitu peningkatan produksi, investasi, penyerapan tenaga kerja, pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Mengembangkan Ekonomi Maritim tidak beranah absolut. Ekonomi Maritim berkolaborasi dengan sistem transportasi maritim, peranan dan fungsi pelabuhan pembangunan berbasis kemaritiman dan kepulauan, sistem perwilayahan maritim, pengembangan wilayah pesisir, potensi sumberdaya perikanan dan kelautan, penataan ruang wilayah pesisir, serta tujuan dan unsur-unsur pembangunan maritim.

2 thoughts on “Optimalkan Potensi Perikanan Laut Rembang, Dibutuhkan Perencanaan Khusus

  1. Semoga dengan tulisan ini banyak mata yang melihat dan menyadari potensi-potensi yang ada di Rembang, jika investor Jepang saja tertarik dengan potensi perikanan di Rembang pastinya investor lokal maupun asing juga akan tertarik membangunnya.

Comments are closed.